Sunday, February 3, 2019

Puasa Ramadhan 1440H




Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. [QS Al-Baqarah 2:183]


 Kata Pengantar

H
ari berganti hari. Bulan berganti bulan. Tidak terasa tiga bulan lagi Ramadhan tiba. Kini bulan Jumadil Awal, selanjutnya, Jumadil akhir, Rajab, Sha’ban, dan Ramadhan 1440 AH yang bertepatan jatuh di awal pekan kedua bulan Mei 2019 CE. Berpuasa di bulan suci Ramadhan menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak.

Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam jasad Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya. Di kepala inilah terletak otak manusia. Otak bukan saja berfungsi sebagai alat berfikir sebagaimana khalayak umum mengetahuinya. Melainkan juga sebagai perangkat atau alat untuk mengontrol kemauan dan perilaku manusia. Otak yang terlatih baik, akan menghasilkan karsa, kreasi dan karya yang baik pula.

   Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik.

Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah fungsinya menjadi baik pula. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri.

   Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.

Di dalam Al-Qur’an, menurut Taufik, ada istilah an-nafsul-muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif - yang membabi buta - menghadapi permasalahan,” katanya. Inilah antara lain keajaiban puasa dan manfaatnya bagi yang berpuasa - di bulan Ramadhan ini.


PENDAHULUAN

Penciptaan Manusia Pertama

S
alman al-Farisi: “Allah SWT membuat tanah liat Adam berfermentasi [1] selama empat puluh hari dan kemudian menyatukannya dengan tangan-Nya sendiri. Bagiannya yang baik keluar dari tangan kanan Allah, dan bagiannya yang buruk dari kiri Allah. Allah SWT lalu mengusap tangan-Nya satu dengan yang lain dan mencampur keduanya (baik dan buruk). Itulah mengapa yang ‘baik’ muncul dari yang ‘buruk’, dan yang ‘buruk’ dari yang ‘baik’ (dalam susunan manusia).”

   Ibnu Ishaq: Dikatakan – Allah SWT tahu yang terbaik! – Allah SWT menciptakan Adam, lalu meletakkan dia dan memandangnya selama empat puluh hari sebelum meniupkan roh ke dalam dirinya, sampai dia menjadi salsal seperti tanah liat tembikar yang tak tersentuh api. Ketika, setelah periode itu di mana Adam adalah salsal seperti tanah liat tembikar, Allah SWT berkehendak meniupkan roh ke dalam dirinya, Dia menghampiri para malaikat dan berkata kepada mereka: ‘Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.’[2]


Roh Ditiupkan Melalui Kepala

   Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya, seperti yang dikatakan oleh para ulama pendahulu. Berikut ini adalah riwayatnya.

Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan beberapa sahabat Nabi: “Pada saat Allah SWT hendak meniupkan roh ke dalam Adam, Dia berkata kepada para malaikat: ‘Ketika aku meniup sebagian roh-Ku ke dalam dia, bersujudlah dirimu kepada dia!’ Sekarang, setelah Dia meniup roh ke dalam dirinya, dan roh itu memasuki kepalanya, Adam bersin. Para malaikat berkata: ‘Katakanlah: ‘Segala puji bagi Allah’” [3], dan dia melakukannya (bersujud).

Lalu Allah SWT berkata kepadanya: ‘Semoga Tuhanmu menunjukkan belas kasihan kepadamu!’ Ketika roh memasuki matanya, dia melihat buah-buah Firdaus, dan ketika (roh) itu memasuki perutnya, dia menginginkan makanan. Jadi dia melompat, sebelum roh itu mencapai kakinya, dalam ketergesa-gesaannya untuk mendapatkan buah surga. Inilah (yang dimaksud) ketika Allah SWT berkata: ‘Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.’[4]

   ‘Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.’[5] ‘ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.’[6] Lalu Allah SWT berkata kepada Iblis: ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ – kepada apa yang Aku ciptakan dengan tangan-Ku sendiri – Menjawab iblis: ‘Aku lebih baik daripadanya,’[7] aku bukan yang bersujud kepada manusia yang telah Engkau ciptakan dari tanah liat. Karena itu Allah SWT berkata kepadanya: ‘Turunlah engkau dari surga itu! Karena engkau sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah! Sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang hina.’” [8]

   Ibnu Abbas: “Ketika Allah SWT meniupkan sebagian roh-Nya kepadanya – ke dalam Adam – itu melalui kepalanya. Ketika roh Allah mulai bergerak di dalam tubuh Adam, dia menjadi daging dan darah. Ketika roh yang ditiup mencapai pusarnya, dia melihat tubuhnya, dan senang melihat keindahannya. Dia berusaha bangkit tetapi tidak bisa. Ini (yang dimaksud dengan) firman Allah: ‘Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.’ [9]

Dia berkomentar (tentang ketergesa-gesaan Adam): ‘Menderita, dengan ketidaksabaran terhadap baik keberuntungan maupun ketidakberuntung-an.’ Ketika roh yang ditiup itu benar-benar menyelimuti tubuhnya, dia bersin dan berkata, dengan ilham Ilahi: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam!’ [10]

   Allah SWT berkata: ‘Semoga Tuhanmu menunjukkan belas kasihan kepadamu, Adam!’ Kemudian Dia berkata kepada malaikat-malaikat tertentu yang bersama Iblis, bukan mereka yang berada di surga: ‘‘Sujudlah kalian kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur,’ [11] karena kesombongan dan merasa paling penting yang berasal dari jiwanya. Iblis berkata: ‘Aku tidak akan bersujud, karena aku lebih tua dan lebih baik daripada dia, dan juga secara fisik lebih kuat. Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah,’ [12] yang berarti bahwa api lebih kuat dari tanah.

Ketika Iblis menolak untuk bersujud, Allah SWT membuatnya susah (ablasahu), [13] yaitu, Dia melenyapkan harapan baginya untuk mencapai sesuatu yang baik dan menjadikannya sebagai setan yang dirajam sebagai hukuman atas ketidaktaatannya. [14]”


FUNGSI OTAK

A
llah SWT menciptakan Adam, lalu meletakkan dia dan memandangnya selama empat puluh hari sebelum meniupkan roh ke dalam dirinya, sampai dia menjadi salsal seperti tanah liat tembikar yang tak tersentuh api. Ketika, setelah periode itu di mana Adam adalah salsal seperti tanah liat tembikar, Allah SWT berkehendak meniupkan roh ke dalam diri Adam. Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya.


Bagian-Bagian Otak dan fungsinya masing-masing

   Di dalam kepala ini berisi Otak. Otak manusia memiliki berat sebesar 1,3 hingga 1,4 kilogram. Terbuat dari kumpulan jaringan pendukung yang empuk dan seperti jeli. Saraf-saraf di kepala ini terhubung pada saraf tulang belakang. Sel pembentuk otak disebut neuron. Neuron memiliki bentuk yang berbeda tergantung letak di tubuh dan peran yang mereka miliki. Setiap neuron memiliki proyeksi seperti jari yang disebut dendrit [15] dan serabut panjang yaitu akson. [16].

   Terdapat 2 jenis materi pada otak: materi abu-abu dan materi putih. Materi abu-abu menerima dan menyimpan impuls dan merupakan sel saraf utama pada otak. Materi putih pada otak membawa impuls ke dan dari materi abu-abu. Materi putih mengandung serabut saraf (akson, axon). Materi putih juga mencakup kebanyakan sistem saraf di mana mereka dapat mengantar dan mengumpulkan sinyal elektrokimia. Materi putih membuat jaringan dari jutaan serabut saraf.

   Beberapa saraf pada otak langsung menuju mata, telinga dan bagian lain pada otak. Saraf lainnya menyambung otak dengan bagian tubuh lainnya melalui saraf tulang belakang. Otak ini memiliki 3 bagian utama: cerebrum, cerebellum dan batang otak.

Cerebrum pada manusia sangat besar dan lebih utama dari bagian otak lainnya. Bagian otak luar yang besar mengatur aktivitas membaca, berpikir, belajar, bicara, emosi dan pergerakan otot yang direncanakan seperi berjalan. Cerebrum juga mengendalikan penglihatan, pendengaran dan indera lainnya. Cerebrum terbagi menjadi 2 belahan. Bagian kiri cerebrum mengendalikan bagian kanan tubuh dan bagian kiri cerebrum mengendalikan bagian kiri tubuh.

   Belahan cerebrum kemudian terbagi lagi menjadi 4 bagian yaitu, Frontal lobe, Temporal lobe, Parietal lobe, Occipital lobe dengan fungsi masing-masing sebagai beikut.

   Frontal lobe: Bertanggung jawab pada fungsi kognitif dan pengambilan keputusan; Temporal lobe: Bertanggung jawab memproses memori, menggabungkannya dengan sensasi rasa, suara, penglihatan, sentuhan dan emosional; Parietal lobe: Bertanggung jawab memproses informasi tentang suhu, rasa, sentuhan, pergerakan dan orientasi spasial; Occipital lobe: Bertanggung jawab pada penglihatan.

Cerebellum memiliki fungsi penting pada kontrol motorik dan bertanggung jawab mengkoordinasi pergerakan otot dan mengendalikan keseimbangan. Cerebellum terdiri dari matter abu-abu dan putih dan menghantar informasi pada saraf tulang belakang serta bagian lain pada otak.

Batang otak terletak pada bagian bawah otak, menghubungkan cerebrum dengan saraf tulang belakang. Tiga puluh satu pasang saraf keluar dari sumsum tulang belakang melalui bukaan di kolom vertebral. Ini adalah saraf tulang belakang. Posterior, atau punggung, akar saraf tulang belakang membawa informasi sensorik dari daerah yang mereka layani kembali ke otak. Saraf siatik adalah saraf terbesar dalam tubuh. Ini keluar dari tulang belakang melalui sebuah lubang di panggul disebut foramen siatik. Saraf toraks menyediakan fungsi motorik ke otot-otot perut dan dada, serta otot-otot tangan khusus yang memungkinkan seorang individu untuk menyebarkan jari-jarinya terpisah. Saraf serviks melayani otot-otot lengan dan tangan.



PUASA RAMADHAN

S
elama puasa di bulan Ramadhan, umat Islam jalani runititas sahur, menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami-istri, serta melakukan amalan ibadah lainnya seperti shalat tarawih, mempelajari Al-Qur’an dan mentilawahnya, serta ibadah-ibadah lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Subhanallah, puasa Ramadhan terbukti bermanfaat untuk membentuk struktur otak baru dan merelaksasi sistem saraf.

Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya. Dalam tempurung kepala ini terletaklah otak manusia. Otak manusia berfungsi bukan saja untuk berfikir sebagaimna awam mengenalnya. Namun lebih luas lagi. Seperti yang telah diuraikan dalam bab fungsi otak diatas.

   Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadhan lainnya.

Berpuasa di bulan Ramadhan menjadi bagian dari perintah agama [17]. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam jasad Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya. Di kepala inilah terletak otak manusia. Otak bukan saja berfungsi sebagai alat berfikir sebagaimana khalayak umum telah mengetahuinya. Melainkan juga sebagai perangkat atau alat untuk mengontrol kemauan dan perilaku manusia. Otak yang terlatih baik, akan menghasilkan karsa, kreasi dan karya yang baik pula.


   Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik.

   Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, hubungan suami-istri).


Apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus menerus, struktur otaknya akan berubah

   Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.

   Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Qur’an, menurut Taufik, ada istilah an-nafsul-muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya.

   Luqman Al-Hakim pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”

   Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.

Penelitian lain yang dilakukan oleh peneliti dari Salk Institute ini menemukan bahwa otak manusia ternyata memiliki kapasitas memori setidaknya 1 petabyte atau setara dengan 10 juta gigabyte. Jumlah itu diperkirakan setara dengan internet saat ini. [18]

   Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.


Penelitian Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kerja otak

   Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum (berpuasa) memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu dalam artian membersihkan jiwa, memperbaikinya dan menumbuhkannya agar menjadi semakin baik perilaku nafsunya) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia.


PENUTUP

Y
ang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah fungsi otak yang ada di kepala manusia. Dari sini kreasi, karsa, karya manusia melebihi makhluk lainnya. Fungsi otak ini mesti dijaga, dipelihara dan dikembangkan bagi kemashlahatan kehidupan (diri dan sesama) manusia, alam dan Tuhan. Tuhan yang memberi mandat kepada manusia sebagai khalifah pemakmur kehidupan di bumi.

   Terobosan-terobosan mutakhir dalam bidang neurosains dan studi kecerdasan menunjukkan bahwa IQ - Kecerdasan Berfikir kebendaan atau material bukanlah satu-satunya jaminan kesuksesan hidup. Manusia memiliki pula EQ - Kecerdasan Emosional dan SQ - Kecerdasan Spiritual. Kecerdasan pun tidak berbentuk tunggal, tetapi majemuk - dikenal dengan sebutan Multiple Intelligence - dan setiap orang memiliki bakat yang khas. Kehidupan yang bisa dikatakan sukses dan utuh adalah kehidupan yang memberdayakan potensi fisik, rasio, emosi, dan spiritual dalam diri kita.

   Sementara puasa Ramadhan adalah sebagai media yang memelihara, bahkan meningkatkan, dan menjaga agar tetap fitsnya fungsi otak, ‘CPU’ - Central Processing Unit bagi manusia. Penciptaannya yang pertama, meniupkan roh-Nya ke dalam diri Adam, roh mana masuk kepada Adam melalui kepalanya. Di dalam tempurung kepala ini ‘CPU’ manusia berada. Wallāhu A’lam bish-Shawab. Billāhit Taufiq wal-Hidayah. □ AFM


 
Catatan:
Artikel Penciptaan Manusia Pertama dan Roh Ditiupkan Melalui Kepala - merupakan penceritaan ulang dari buku Al-Țabari, Taʾrīkh al-Rusūl wa al-Mulūk: Volume 1, diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Franz Rosenthal (State University of New York Press: New York, 1989), hlm 262-265. Sumbernya dari Gana Islamika.


Catatan Kaki:
[1] Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. ‘Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan ‘pernapasan. Namun, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen.
[2] QS Sad Ayat 72.
[3] Menurut al-Țabari, ini merujuk kepada QS Al-Fatihah Ayat 2: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
[4] Lihat Q.S Al-Anbiya Ayat 37: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.”
[5] QS Al-Hijr Ayat 30-31.
[6] Lihat QS Al-Baqarah Ayat 34: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
[7] Lihat QS Al-A’raf Ayat 12: Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”
[8] QS Al-A’raf Ayat 13.
[9] Lihat QS Al-Anbiya Ayat 37.
[10] QS Al-Fatihah Ayat 2.
[11] Lihat QS Al-Baqarah Ayat 34.
[12] Lihat QS Al-A’raf Ayat 12 dan Sad Ayat 76.
[13] Ulama Arab secara alami menghubungkan Iblis dengan akar kata “ablasa”, yang artinya diindikasikan kepada “membuat seseorang putus asa, atau untuk menghilangkan harapan seseorang.”
[14] Menurut al-Tabari, ini adalah penafsiran atas QS Baqarah Ayat 30 dan 34.
[15] https://id.wikipedia.org/wiki/Dendrit
[16] https://id.wikipedia.org/wiki/Akson
[17] Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. [QS Al-Baqarah 2:183]
[18] Kapasitas memori otak manusia memang dikenal cukup besar untuk menampung beberapa informasi sekaligus. Namun, sebuah hasil penelitian terbaru tampaknya dapat mengubah pandangan itu. Sebab, dari penelitian tersebut diketahui ternyata kapasitas memori otak manusia 10 kali lebih besar dari yang pernah dipikirkan sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Salk Institute ini menemukan bahwa otak manusia ternyata memiliki kapasitas memori setidaknya 1 petabyte atau setara dengan 10 juta gigabyte. Jumlah itu diperkirakan setara dengan internet saat ini. "Ini adalah sebuah kabar yang mengejutkan di bidang neurosains," ujar Terry Sejnowski, salah seorang peneliti dari Salk Intitute, seperti dikutip dari laman Tech Times, Rabu (27/1/2016).
https://www.liputan6.com/tekno/read/2420057/kapasitas-memori-otak-manusia-ternyata-setara-1-juta-gb □□


Sumber Bacaan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_saraf
https://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Dendrit
https://id.wikipedia.org/wiki/Akson
https://www.sridianti.com/fungsi-saraf-tulang-belakang.html
https://budisma.net/2014/12/fungsi-saraf-tulang-belakang.html
https://www.liputan6.com/tekno/read/2420057/kapasitas-memori-otak-manusia-ternyata-setara-1-juta-gb
https://ganaislamika.com/kisah-tentang-adam-3-masa-penciptaan/
http://fadhilahislam.blogspot.com/2012/01/keajaiban-puasa-ramadhan-pembaruan.html  □□□