Monday, July 18, 2016

Kudeta di Turki







Kata Pengantar


Kenapa terjadi kudeta di Turki? Ternyata Erdogan sebagai presiden Turki mempunyai “Dosa-dosa besar” sehingga di kudeta. Para pelaku kudeta tidak rela dengan apa yang dilakukan Erdogan yang akan mengembalikan Turki dari Negara Sekuler sejak Mustafa Kemal Atatrük menjadi pemimpin Turki Baru Yang Sekuler tahun 1923 menjadi "Sekuler Yang Agamis". Maksudnya, Erdogan berusaha untuk Turki menjadi “Baik dalam kehidupan di Dunia; Baik dalam kehidupan di Akhirat; Terhindar dari kesengsaraan dalam Neraka. Itulah ajaran hidup dalam Islam (Addinul Islam -  sukses hidup di Dunia dan Akhirat) yang diusahakan oleh Erdogan dalam pemerintahannya.

Mustafa Kemal Atatrük adalah seorang perwira militer Ottoman Empire (Kekhalifan Utsmani), kemudiannya ia merubah konstitusi Negara Turki yang sudah berjalan 6 abad lebih dari bentuk (Kekhalifahan) yang berdasarkan Islam menjadi Republik Turki yang Sekuler sepertihalnya negara-negara tetangga sekitarnya (Eropa) yang Sekuler.


A
dapun daftar 29 ‘Dosa Besar’ dengan tanda petik dari ‘Kesalahan’ dengan tanda petik terhadap Presiden Turki Erdogan sehingga sangat perlu di-kudeta. Kemudiannya, dalam daftar itu, yang nantinya dapat anda baca, dapat dilihat disana bahwa ada rasa “ketakutan” orang-orang di luar Islam akan kemajuan yang dicapai Turki dibawah pemerintahan Erdogan.

Boleh juga disebut kebelum-mengertian atau kepahaman orang-orang dari pihak diluar Islam, bahkan oleh sebahagian Muslim sendiri. Mereka, memandang (merasa, meyakini) bahwa Islam yang dilakukan seperti Erdogan adalah “sangat berbahaya” bagi eksistensi penduduk dunia lainnya yang tidak Islam (tidak Muslim).

Padahal kata “Islam” itu sendiri  artinya “peace” – “damai” karena akar katanya diambil dari tri lateral S-L-M (demian kaidah dalam bahasa Arab) yang artinya damai - peace upon you, instead of only "surrender to God" - berserah diri “kepada-Nya”- “Kepada Tuhan”.


Yahiya Emerick dalam bukunya What Islam Is All About, apa katanya: The name “Islam” is an Arabic word that means both peace and surrender. Nama Islam berasal dari kata Arab yang bermakna ganda yaitu ‘damai’ [1] dan ‘menyerahkan diri’ (kepada Allah Maha Pencipta). [2]


Kebanyakan orang di dunia Barat dan sebagian Muslim yang menuntut ilmu Islamic Studies di Barat memahami makna Islam hanya "surrender to God". Kalau seorang Muslim melakukan diluar seperti yang di ajarkan dalam ajaran Islam (yaitu peace and surrender) praktis orang tersebut kehilangan baik legimitacy maupun predikatnya sebagai seorang Islam, walaupun ia tetap mengaku sebagai Muslim. Bahkan Nabi Muhammad saw dalam suatu Haditsnya mengatakan bahwa siapa yang menganiaya (menteror, memperlakukan tidak adil, mendzalimi) dzimmi – non Muslim yang hidup ditengah masyarakat muslim (dalam pemerintahan Muslim) akan berhadapan dimukanya kelak di akhirat. Juga ketika Ali bin Abi Thalib selaku Khalifah (kepala pemerintahan Islam, presiden di Madinah) kalah berperkara dengan warganya yang non Muslim ia mematuhi keputusan tersebut, walaupun merugikannya. Namun kemudiannya dengan cara itu ahli dzimmi sebagai warga penduduk Madinah menyadari demikian adilnya pemerintahan Islam. Yaitu setelah mempersilahkan Ali bin Abi Thalib mengajukan bukti kesaktian dari kedua anaknya dan pembantunya di tolak oleh Hakim karena kesaksian dari keluarga cenderung membela dari berkata benar. Putusan Hakim ini membuat terdakwa "surprise", karena memenangkan perkara bagi ahli dzimmi - warga Madinah non Muslim, orang biasa dapat mengalahkan Khalifah - orang yang berkuasa di pengadilan Islam. Kemudian ia mengucapkan dua kalimat shahadat. Terdakwa mengakuinya bahwa barang yang diperkarakan itu sebenarnya milik Khalifah Ali bin Abi Thalib, walaupun ia menang dalam berperkara ia mau mengembalikan, tapi oleh Khalifah ditolak sebagai hadiah untuk warga Madinah ahli dzimmi ini.

Demikianlah keadilan dalam ajaran Islam ini. Seandainya hal ini dijalankan oleh pemerintahan negara-negara di dunia (yang menegakkan Hak Azazi Manusia) yang sebenarnya, amanlah dunia ini. Karena hukum keadilan tegak karena landasan moral yang diajarkan dalam Islam begitu signifikan dalam sejarah, terutama di zaman Rasul masih hidup (zaman shahabat).

Dengan landasan ajaran semacam inilah yang dilaksanakan oleh Erdogan selaku Presiden Turki di zaman modern ini yang intinya yaitu sukses di dunia dan sukses di akhirat sebagai yang di ajarkan oleh ajaran Islam.

Uraian berikutnya adalah mengetengah Kudeta di Turki yang disiarkan oleh Dunia yang mungkin telah dibaca oleh sebagain pembaca blog ini. Namun tetap kami tuliskan disini agar menjadi pelajaran bagi kita yang pro dan kontra dalam memahami peristiwa tersebut yaitu: 1. Daftar "Dosa Besar" Turki dibawah Erdogan; 2. Tanggapan seorang analis strategik Ralph Peters, Letkol pensiunan Angkatan Darat Amerika Serikat; 3. Berita tentang Erdogan yang luput dari pembunuhannya dari para kudeta yang terdiri dari grup sempalan Militer; 4. Himbuan kepada dunia agar membela pemerintahan yang demokratis secara konsekwen.  □ AFM


1. Daftar "Dosa Besar" Turki dibawah Erdogan


D
aftar “Dosa Besar” ini bisa anda nilai sendiri apakah ini dosa besar atau tidaknya, tergantung dimana anda berdiri atau bagaimana cara anda memahaminya, lihat juga uraian kata pengantar diatas. Butir-butir daftar “Dosa Besar” tersebut berjumlah 29 butir yang dapat diikuti uraiannya sebagai berikut dibawah ini.

Daftar Dosa Besar tersebut berjumlah 29 butir yang dapat diikuti uraiannya sebagai berikut dibawah ini.

1. Produk Domestik Nasional Turki di tahun 2013 mencapai 100 milyar US dolar, menyamai pendapatan gabungan 3 negara dengan ekonomi terkuat di Timur Tengah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran dan ditambah dengan Yordan, Suriah dan Lebanon.

2. Erdogan membawa negerinya melakukan lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16,  dengan rata-rata peningkatan 10% pertahun, yang berarti masuknya Turki ke dalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

3. Tahun 2023 merupakan tahun pembangunan Negara Turki Modern yang sudah di canangkan oleh Erdogan, yang ditargetkan adalah Turki menjadi kekuatan politik dan ekonomi nomer 1 di dunia!

4. Airport International Istanbul adalah bandara terbesar di Eropa yang menampung 1260 pesawat setiap harinya, ditambah Bandara Shabiha yang menapung 630 pesawat setiap harinya.

5. Turkish Airline meraih peringkat maskapai penerbangan terbaik di dunia dalam 3 tahun berturut-turut.

6. Dalam kurun 10 tahun, Turki telah menanam 770 juta pohon Hargia dan berbuah.

7. Untuk pertama kali Turki di masa modern ini memproduksi sendiri tank baja, pesawat terbang, dan pesawat tempur tanpa awak, serta satelit militer modern pertama yang multi fungsi.

8. Erdogan dalam 10 tahun pemerintahannya telah mendirikan 125 universitas baru, 189 sekolah baru, 510 rumah sakit baru dan 169.000 kelas baru yang modern, sehingga rasio siswa perkelas tidak lebih dari 21 orang.

9. Ketika krisis ekonomi menimpa Eropa dan Amerika, universitas-universitas Eropa dan Amerika menaikkan uang kuliah. Sedangkan Erdogan membebaskan seluruh biaya kuliah dan sekolah bagi rakyatnya dan menjadikan tanggungan Negara.

10. Dalam 10 tahun terakhir, pendapatan perkapita  penduduk Turki yang dahulunya hanya 3.500 dolar pertahun, meningkat pada tahun 2013 menjadi 11.000 dolar pertahun, lebih tinggi dari perkapita penduduk Prancis. Dan Erdogan naikkan nilai tukar mata uang Turki 30 kali lipat!

11. Turki, Negara yang sedang mengupayakan dengan sungguh-sungguh membiayai 300 ribu ilmuan melakukan penelitian ilmiah untuk menuju tahun 2023.

12. Mendamaikan dua bagian Cyprus yang bertikai. Ia juga melakukan pembahasan damai dengan partai baru Kurdistan untuk menghentikan pertumpahan darah, dan meminta maaf kepada Armenia, sehingga menyelesaikan permasalahan yang sudah menggantung sejak 6 dasawarsa.

13. Di negara Turki, gaji dan upah meningkat mencapai 300%. Dan gaji pegawai baru meningkat, dari 340 lira Turki menjadi 957 lira. Dan jumlah pencari kerja menurun dari 3896 menjadi 296.

14. Di Turki anggaran pendidikan dan kesehatan, mengungguli anggaran pertahanan, dan gaji guru sebesar gaji dokter.

15. Di Turki telah dibangun 35 ribu laboratorium IT dan database modern yang melatih pemuda-pemuda Turki.

16. Erdogan menutup deficit anggaran mencapai 47 milyar dolar. Sebelumnya cicilan terakhir hutang Turki ke IMF adalah 300 juta dolar pada bulan Juli yang lalu. Bahkan Turki meminjami IMF sebesar 5 milyar dolar. Disamping itu Erdogan juga menambah cadangan devisa negara sebesar 100 milyar dolar.

17. Sepuluh tahun yang lalu, ekspor Turki hanya 23 milyar dolar. Sekarang meningkat menjadi 153 milyar dolar, mencapai 190 negara. Yang paling banyak adalah mobil, yang kedua peralatan elektronik. Setiap 3 perangkat elektronik di Eropa, satunya adalah produk Turki.

18. Pemerintahan Erdogan mengawali pengolahan sampah menjadi pembangkit tenaga listrik yang digunakan oleh sepertiga penduduk Turki. Dan energy listrik sudah dinikmati 98% penduduk Turki.

19. Erdogan pernah duduk berhsadapan dengan seorang anak perempuan yang usianya masih 12 tahun, tampil dalam siaran langsung televisi, berdebat dan berdiskusi tentang pembangunan Turki masa depan. Beliau hormati kecerdasan dan semangat anak tersebut. Sekaligus beliau didik anak-anak Turki keteladanan dalam berdebat dan berdiskusi serta membaca masa depan.

20. Erdogan adalah teman Israel, bagitu menurut kaum sekuler Arab. Erdogan member tamparan keras kepada Israel, dan dia paksa Israel meminta maaf karena kasus kapal laut Marmara yang ditembak Israel [Tragedi Mavi Marmara terjadi pada 31 Mei 2010 setelah pasukan militer Israel masuk ke kapal Mavi Marmara, yang berlabuh di perairan internasional dekat Jalur Gaza, dan menyerang penumpang kapal. Kapal sebagaimana dimaksud ketika itu membawa bantuan kemanusiaan internasional untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza yang diblokade oleh Mesir dan Israel]. Dan Turki berikan syarat pencabutan embargo Gaza untuk menerima permintaan maaf tersebut.

21. Beliau berikan kritikan tajam terhadap orang-orang yang bertepuk tangan terhadap pidato Simon Perez dalam Pertemuan Ekonomi Dunia, dan beliau berkata sebelum keluar ruangan dan kembali ke Turki: “Memalukan kalian bertepuk tangan terhadap pidato ini, padahal Israel telah membantai ribuan anak dan wanita di Gaza…”

22. Erdogan menyemprot para demonstran dengan air. Tidak menembak mereka dengan pesawat tempur, atau rudal atau bom-bom Molotov.

23. Erdogan menolak anak gadisnya membuka hijab saat sekolah. Maka beliau kirim anaknya kesekolah di Eropa agar tetap berjilbab, sebelum hijab dibolehkan di kampus-kampus Turki.

24. Erdogan satu-satunya kepala negara bersama istrinya mengunjungi Burma dan bertemu dengan kaum Muslimin di sana dari kawasan Myanmar (Burma) yang dapat bencana.

25. Erdogan menghidupkan kembali pengajaran Al-Qur’an dan Hadits di sekolah-sekolah negeri, setelah hilang hampir 90 tahun, dihilangkan oleh pemerintah sekuler.

26. Erdogan menetapkan kebebasan berjilbab di kampus-kampus Turki dan di parlemen.

27. Erdogan pemimpin Muslim yang membuat lampu di jembatan gantung terbesar di dunia di pantai laut Hitam dengan penerangan yang sangat besar bertuliskan “Bismillāhir Rahmanir Rahīm…” Padahal, salah satu Negara Arab membuat pohon Natal terbesar di dunia dengan menelan dana mencapai 40 juta dolar.

28. Erdogan mengembalikan pembelajaran bahasa Utsmaniyah yang berhuruf Arab di sekolah-sekolah negeri.

29. Erdogan melepas pawai 10 ribu anak-anak Muslim yang berumur 7 tahun di jalan-jalan Istanbul, dengan penuh bangga anak-anak tersebut akan memulai kewajiban shalat berjamaah dan menghafal Al-Qur’an. [3]


2. Tanggapan seorang analis strategik Ralph Peters, Letkol pensiunan Angkatan Darat Amerika Serikat

B
oleh jadi penilai Barat (?) seperti uraian diatas spesifiknya oleh Ralph Peters, seorang Let. Kol. pensiunan Angkatan Darat Amerika Serikat menguraikan sebagaimana tersebut dibawah ini.

Mereka begitu sangat menginginkan Erdogan bisa dilengserkan karena kebenciannya terhadap Islam. Salah satunya adalah Ralph Peters. Letkol pensiunan Angkatan Darat Amerika Serikat, seorang ANALIS STRATEGIC paling dikenal di media Amerika Serikat karena penampilan (menjadi nara sumber rutin) di Fox News, saluran berita TV ternama dan paling luas di AS.

Ralph, yang pensiun dengan tugas terakhir di Kantor Wakil Kepala Staf Intelijen Amerika Serikat ini dengan jelas (seperti dikutip akun twitter Fox News) menyatakan: "Jika kudeta di Turki berhasil, kalangan Islamis akan kalah dan kita menang". (If the coup succeeds, Islamists lose and we win).

Ralph tanpa malu juga menyatakan para pengkudeta adalah pihak yang baik/pahlawannya (the good guys), sebaliknya Erdogan dan pendukungnya adalah the bad guys nya.

Berikut wawancara FOX NEWS dengan nara sumber RALPH PETERS saat awal-awal terjadinya kudeta militer di Turki, dimana belum jelas berita kudeta berhasil atau gagal. (video ada di bagian bawah)

Presenter Fox News: Sekarang kita bersama analis Ralph Peters. Ralph apa pendapat anda mengenai cerita ini (kudeta militer di Turki), saat kita mendapat semakin banyak informasi?

Ralph Peters: Kita memang tak bisa benar-benar tahu sampai besok pagi, saat semuanya lebih jelas. Kedua pihak mencoba untuk menspin, tapi gambaran besarnya sangat jelas. Kudeta ini adalah kesempatan terakhir Turki untuk menghindari menjadi sebuah rezim Islamis yang otoriter, sebuah kediktatoran Islam terbuka.

Dan jangan salah, orang-orang yang melakukan kudeta ini-lah orang baiknya (the good guys). Terdengar paradoks, tapi orang-orang inilah yang berpihak pada demokrasi konstitusional. Presiden Erdogan telah melucuti konstitusi yang sekuler, warisan sekuler dari Ataturk, serta mengisi pengadilan, mengisi badan legislatif, mengisi aparat keamanan dan militer dengan para Islamis. Dia bukanlah teman (bagi) kita, dia bukanlah teman (bagi) Turki, dan bila kudeta ini gagal, anda akan melihatnya sebagai alasan dia untuk menghancurkan benteng-benteng terakhir sekulerisme. Ini bukanlah seperti di banana republics dimana militer mencoba merebut kekuasaan, mereka (militer) mencoba untuk menyelamatkan negara mereka. Dan presiden kita, oh presiden kita (maksudnya Obama), dengan mengatakan bahwa kita harus mendukung pemerintahan yang dipilih secara demokratis dalam pemilu bebas, perlu diketahui bahwa pemerintahan Erdogan tidaklah terpilih secara bebas dan demokratis seperti yang kita ketahui, dia melarang partai politik oposisi, dia melarang politisi oposisi, dia merekayasa pemilu agar menguntungkan dirinya. Jadi sekali lagi, saya menganggap Obama keliru, dan kudeta ini, Tuhan berkati kudeta ini, orang-orang ini (pihak pengkudeta) mencoba menyelamatkan negara mereka, negara yang sangat saya kagumi, tapi untuk sekarang situasinya tidak terlihat bagus.

Presenter Fox News: Ralph, saya telah berbicara pada beberapa analis dan mereka menyebut Erdogan mengendalikan polisi, badan intelijen, dan ada pembersihan militer sekitar 3 tahun lalu, tapi sejak saat itu, tapi sejak saat itu banyak didalam tubuh militer yang tidak menyukainya, karena ia meninggalkan gaya memerintah rezim sekuler dan melompat kearah model Islam dan menjadi buta terhadap para teroris yang melewati Turki menuju Suriah. Apakah ini (kudeta -red) adalah hasil (akibat) dari keputusannya yang terlalu jauh memasukkan Islam kedalam gaya pemerintahan, serta ini adalah dorongan (serangan) balik yang mereka (militer) lakukan?

Ralph Peters: Tepat sekali. Dan ia tak hanya memperbolehkan para teroris untuk bergabung dengan ISIS dan Jabhat al-Nusra, tapi ia juga aktif mendukungnya, beberapa elemen radikal di Turki. Ia tak terlalu menyukai ISIS karena mereka bukan kelompok radikalnya, tapi ia terkait dengan Ikhwanul Muslimin. Dan inilah alasannya Obama salah mengira Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai kekuatan moderat di timur tengah, dan karenanya menentang kudeta militer oleh Sisi di Mesir yang menjadi penyuplai pemerintahan IM. IM bukanlah moderat, mereka fundamentalis, mereka tidak seburuk ISIS tapi itu bukanlah berita baik. Ya, ini (kudeta) adalah reaksi atas Erdogan yang melucuti warisan sekulerisme Mustafa Kemal Ataturk, yang merupakan salah satu orang hebat dari abad ke-20 tapi bukan Islamis. Ia (Ataturk) meruntuhkan khilafah, ia menutup madrasah, ia berusaha keras mengubah Turki menjadi negara modern, dan militer selalu menjadi penjaga konstitusi sekuler ini.

Presenter Fox News: Ralph, saya ingin menanyai anda tentang pernyataan presiden yang dirilis Gedung Putih yang berbunyi: "mendukung pemerintahan Erdogan yang terpilih secara demokratis". Apakah ini serupa dengan tahap awal reaksi Obama pada kudeta (Mursi) yang terjadi di Mesir, saat ada 'perlawanan (uprising) disana?

Ralph Peters: Ya, sepertinya begitu. sekali lagi kita tak tahu siapa yang akan muncul sebagai pemenangnya besok pagi atau siang nanti, tapi tak seharusnya kita (menjadi) sangat terkejut, karena pihak-pihak yang mendalangi kudeta ini adalah pihak-pihak yang berada di sisi kita, mereka melawan para fundamentalis Islam, para ekstrimis, mereka mendukung demokrasi, mereka mendukung konstitusi yang sekuler. Ia (Erdogan) hanya mendukung/mendekat pada kita saat itu menguntungkan misi Islamisasinya, jadi, oh Tuhan, ini sangat menyedihkan, karena Turki adalah negara yang hebat dan mengagumkan dengan sejarah yang luar biasa, dan kita menyaksikannya sedang dilucuti oleh seorang presiden fundamentalis Islamis yang otoriter, dan presiden kita mendukungnya. [4]


3. Berita tentang Erdogan yang luput dari pembunuhannya dari para kudeta yang terdiri dari grup sempalan Militer

P
residen Turki Recep Tayyip Erdogan muncul di televisi nasional beberapa jam setelah sempalan faksi militer Turki melancarkan kudeta. Dalam pidato yang disiarkan dari airport Istanbul, Erdogan berjanji mengalahkan setiap upaya untuk menggulingkan pemerintahannya.

"Mereka yang mengemudikan tank akan harus kembali ke tempat mereka berasal, " tutur Erdogan, Sabtu dini hari, 16 Juli 2016 setelah percobaan kudeta yang gagal.

Dalam pidatonya, Erdogan  menyebut tentara yang terlibat dalam kudeta sebagai "anak-anak kita”,  dan memohon agar para pendukungnya tidak mengacungkan senjata pada keluarga anggota militer yang telah mengkudetanya.

"Kami bertanggung jawab atas negara ini dan akan terus memerintah sampai akhir. Kami tidak akan meninggalkan negara ini untuk penjajah."

Presiden Erdogan menyatakan bahwa ia telah menjadi target pembunuhan, mengacu pada sebuah ledakan bom sesaat setelah Erdogan berangkat ke kota pesisir Marmaris di Turki Selatan.

“Hal itu menunjukkan bahwa ada percobaan kudeta oleh militer yang mengira saya ada di sana. Tapi mereka tak bisa melacak gerakan saya,” tuturnya.

Sabtu pagi 16 Juli 2016, Erdogan dan para pendukungnya tampaknya telah mendapatkan kembali kendali atas faksi pasukan militer dan polisi yang setia, menangkap prajurit dan pejabat militer dan mendapatkan kembali akses ke televisi nasional dan stasiun-stasiun radio.

"Pemerintah dalam kontrol”, kata Erdogan kepada kerumunan pendukungnya di Istanbul pada 06:30 waktu setempat.

"Rakyat telah berhasil menguasai tank-tank" ujar Erdogan "kami tidak akan berkompromi. "

Upaya kudeta tampaknya terbatas di dua kota terbesar di Turki, Ankara dan Istanbul, sementara puluhan ribu warga turun ke jalan di berbagai tempat di negara tersebut.

“Ini akan berakhir baik,” janji Erdogan kepada rakyatnya.

“Yang penting saat ini, jutaan rakyat Turki sudah turun ke jalan”, imbuhnya.

Di ibukota Ankara, semalam  jet-jet  tempur dari pangkalan angkatan udara Eskeshir meraung-raung dan menembak jatuh sebuah pesawat yang digambarkan oleh salah seorang anggota parlemen sebagai pesawat dengan manuver brutal. Sementara saat itu akses televisi terputus untuk warga. Setidaknya 42 orang tewas di Ankara semalam, tutur jaksa untuk distrik Golbasi, Ankara.

Belum ada pernyataan resmi untuk situasi di Istanbul. Namun warga melaporkan ada rentetan tembakan dan serangkaian ledakan saat sebagian tentara yang melakukan kudeta berusaha  menguasai jalan-jalan utama dan dua jembatan penting di Bosphorus.

Di Ankara, Jumat malam, terdengar  beberapa ledakan  di dekat gedung parlemen dan anggota parlemen mengatakan bahwa banyak dari mereka telah mengungsi di bunker.

"Ankara masih buruk," kata seorang anggota parlemen, mencoba menggambarkan perbedaan situasi yang mencolok dengan Istanbul, di mana pesawat Presiden Erdogan akhirnya bisa mendarat. Ankara nampaknya mengalami imbas kekerasan terburuk sebagai akibat percobaan kudeta yang gagal ini.

Di Ankara, sebuah jet tempur F16 menembak jatuh helikopter yang disebut oleh Presiden Erdogan sebagai “helicopter yang dibajak”. Kantor pusat intelejen militer rupanya menjadi target dari serangan helicopter tersebut.

Sementara di Istanbul, Jumat malam terdengar suara serangkaian tembakan, ledakan dan dentuman suara jet tempur yang berbaur dengan suara muadzin yang mengajak warga untuk turun ke jalan melawan pemberontak.

"Jumlah kendaraan dan persenjataan militer yang kita lihat di jalan-jalan menunjukkan bahwa serangan ini adalah upaya kudeta yang sangat serius," kata salah satu pengamat militer Barat di Ankara  "Tapi kita masih tidak tahu apakah seluruh anggota militer terlibat atau tidak."

Sementara Erdogan dan para pembantunya menggambarkan kekerasan sebagai akibat upaya kudeta oleh faksi sempalan militer, mendapat dukungan dari hampir semua kelompok politik oposisi. Sementara negara-negara penting anggota NATO meyuarakan dukungan untuk pemerintahan Erdogan. [5]



4. Himbuan kepada dunia agar membela pemerintahan yang demokratis secara konsekwen

J
umat malam, 15 Juli 2016, Turki berhadap-hadapan dengan upaya percobaan kudeta yang gagal mencapai tujuan jahat mereka. Sekelompok jendral mendapat perintah dari Fethullah Gullen, seorang buronan yang mengontrol jaringan kriminal globalnya dari markasnya di Amerika, dan menggunakan anak buahnya di Turki. Berbagai kerusuhan yang menimbulkan gejolak di Turki sejak 2013 diprakarsai oleh mereka. Mereka menutup beberapa jembatan di Istanbul, menculik Kepala Staff Umum Jendral Hulusi Akar (bahkan menyiksanya) dan mengambil alih beberapa televisi swasta dan televisi nasional.

Dengan mayoritas tentara menentang rencana mereka, kepolisian yang dengan tegas mendukung pemeritahan yang dipilih secara demokratis, dan rakyat yang membanjiri jalan-jalan untuk mencegah suara mereka dibungkam oleh para penggagas kudeta telah berhasil memaksa pasukan suruhan Gullen untuk menyerah dalam hitungan jam, dini hari kemarin. Menurut laporan terkini yang dirilis DailySabah.com, 161 orang meninggal, 2,889 anggota militer ditangkap karena telah mengambilbagian dalam upaya kudeta ini. Sementara rilis dari kantor berita Reuters Sabtu, 16 Juli 2016 menulis, berdasar informasi terbaru dari Perdana Menteri (PM), Binali Yildirim, sejumlah 2.839 orang ditangkap, 265 tewas dan 1.440 orang mengalami luka-luka.

President Recep Tayyip Erdoğan, berbicara kepada rakyat Turki sebelum ia meninggalkan hotel yang dibom boleh pendukung aksi kudeta. Dalam pidatonya, Erdogan menyerukan agar rakyat turun ke jalan dan memenuhi lapangan di penjuru negeri untuk melawan kudeta tersebut. Dunia menjadi saksi jutaan rakyat jelata turun ke jalan-jalan mendukung polisi dan berbaring di depan tank-tank untuk menghentikan aksi kudeta tersebut.

Kudeta pada Jumat malam bukanlah percobaan kudeta yang pertama kali dilakukan militer untuk mengubah kebijakan politik Turki.

Tetapi, aksi kudeta Jumat kemarin adalah yang pertama kalinya digagalkan secara spektakuler oleh rakyat. Hal ini menunjukkan kedewasaan demokrasi warga Turki. Ada banyak contoh saat pemimpin-pemimpin politik ditangkap dan digantung, sementara proses demokrasi yang normal terhambat selama bertahun-tahun.

Beberapa tahun setelah berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) memenangkan mandat demokratik untuk memerintah Turki di tahun 2003, ada sebuah memorandum yang dicoba diajukan oleh militer pada tahun 2007 untuk menggagalkan pemilihan presiden. Saat itu, bangsa Turki menunjukkan keinginan untuk mendukung pemerintahan dalam proses pemilu yang terhitung cepat. Dalam malam panjang tanggal 15-16 July 2016 kemarin, sekali lagi, rakyat menunjukkan kesetiaan mereka untuk mendukung politik yang demokratis.

Ada sebuah budaya demokrasiyang telah mapan di Turki, dan  pemilu yang jujur dan adil mencerminkan budaya tersebut. Bangsa Turki memiliki hak untuk mengabaikan politisi dan pemimpin yang dianggap gagal  Ada beberapa orang dan kelompok yang masih ingin mengabaikan pemilu yang demokratis dengan cara-cara melawan hukum. Upaya kudeta kemarin menunjukkan bagaimana sebuah upaya untuk menolak pilihan rakyat harus berhadapan dengan kemurkaan rakyat. Turki telah memiliki demokrasi yang kuat, seperti telah dibuktikan oleh jutaan rakyat sipil yang rela mengorbankan nyawa mereka untuk melindungi dan menjaga demokrasi tersebut. Kader pendukung Gulen yang mengabaikan fakta ini dari waktu ke waktu dalam tahun-tahun belakangan, sekali lagi harus menghadapi kegagalan menggulingkan pemerintahan demokratis yang didukung rakyat.

Akhirnya, ini bukan hanya ujian untuk seluruh bangsa Turki, tapi juga untuk dunia Barat, yang berkewajiban untuk mendukung sesama negara penganut paham demokrasi. Negara-negara Barat yang selama ini selalu membantu dan menghasut tindakan Gullen melawan pemilu di Turki, perlu menilai kembali sikap mereka. Sementara media-media Barat hanya perlu menghentikan kampanye fitnah mereka terhadap Erdogan, pemimpin yang  membela kepentingan bangsa Turki dan berseberangan dengan kepentingan-kepentingan Barat. Dunia, yang terus menerus gagal menguji rakyat Turki harus menghormati pilihan yang dibuat rakyat Turki dan mendukung demokrasi yang telah dipilih dan dipertahankan mati-matian oleh rakyat Turki. [] [6]



Catatan Kaki:



[1]‘Damai’, Maka janganlah kamu lemah dan mengajak DAMAI, karena kamulah yang lebih unggul, [QS Muhammad 47:35]
[2]‘Menyerahkan diri’, Maka mengapa  mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada di langit dan dibumi berserah diri kepada-Nya baik dengan suka maupun terpaksa, [QS Ali Imran 3:83]


[3] Sumber Ihsan Al-Faqih, media Achahed melalui Arrahman.com
[4] Sumber http://yesmuslim.blogspot.com/2016/07/analis-militer-as-ralph-peters-jika.html?m=1
[5] Sumber http://yesmuslim.blogspot.com/2016/07/larang-pendukungnya-untuk-balas-pelaku.html#ixzz4Em4C89Pb
[6] Sumber http://yesmuslim.blogspot.com/2016/07/beginilah-cara-rakyat-turki-mengajarkan.html#ixzz4EloDyceU[][][]