Sunday, February 3, 2019

Puasa Ramadhan 1440H




Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. [QS Al-Baqarah 2:183]


 Kata Pengantar

H
ari berganti hari. Bulan berganti bulan. Tidak terasa tiga bulan lagi Ramadhan tiba. Kini bulan Jumadil Awal, selanjutnya, Jumadil akhir, Rajab, Sha’ban, dan Ramadhan 1440 AH yang bertepatan jatuh di awal pekan kedua bulan Mei 2019 CE. Berpuasa di bulan suci Ramadhan menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak.

Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam jasad Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya. Di kepala inilah terletak otak manusia. Otak bukan saja berfungsi sebagai alat berfikir sebagaimana khalayak umum mengetahuinya. Melainkan juga sebagai perangkat atau alat untuk mengontrol kemauan dan perilaku manusia. Otak yang terlatih baik, akan menghasilkan karsa, kreasi dan karya yang baik pula.

   Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik.

Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah fungsinya menjadi baik pula. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri.

   Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.

Di dalam Al-Qur’an, menurut Taufik, ada istilah an-nafsul-muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif - yang membabi buta - menghadapi permasalahan,” katanya. Inilah antara lain keajaiban puasa dan manfaatnya bagi yang berpuasa - di bulan Ramadhan ini.


PENDAHULUAN

Penciptaan Manusia Pertama

S
alman al-Farisi: “Allah SWT membuat tanah liat Adam berfermentasi [1] selama empat puluh hari dan kemudian menyatukannya dengan tangan-Nya sendiri. Bagiannya yang baik keluar dari tangan kanan Allah, dan bagiannya yang buruk dari kiri Allah. Allah SWT lalu mengusap tangan-Nya satu dengan yang lain dan mencampur keduanya (baik dan buruk). Itulah mengapa yang ‘baik’ muncul dari yang ‘buruk’, dan yang ‘buruk’ dari yang ‘baik’ (dalam susunan manusia).”

   Ibnu Ishaq: Dikatakan – Allah SWT tahu yang terbaik! – Allah SWT menciptakan Adam, lalu meletakkan dia dan memandangnya selama empat puluh hari sebelum meniupkan roh ke dalam dirinya, sampai dia menjadi salsal seperti tanah liat tembikar yang tak tersentuh api. Ketika, setelah periode itu di mana Adam adalah salsal seperti tanah liat tembikar, Allah SWT berkehendak meniupkan roh ke dalam dirinya, Dia menghampiri para malaikat dan berkata kepada mereka: ‘Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.’[2]


Roh Ditiupkan Melalui Kepala

   Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya, seperti yang dikatakan oleh para ulama pendahulu. Berikut ini adalah riwayatnya.

Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan beberapa sahabat Nabi: “Pada saat Allah SWT hendak meniupkan roh ke dalam Adam, Dia berkata kepada para malaikat: ‘Ketika aku meniup sebagian roh-Ku ke dalam dia, bersujudlah dirimu kepada dia!’ Sekarang, setelah Dia meniup roh ke dalam dirinya, dan roh itu memasuki kepalanya, Adam bersin. Para malaikat berkata: ‘Katakanlah: ‘Segala puji bagi Allah’” [3], dan dia melakukannya (bersujud).

Lalu Allah SWT berkata kepadanya: ‘Semoga Tuhanmu menunjukkan belas kasihan kepadamu!’ Ketika roh memasuki matanya, dia melihat buah-buah Firdaus, dan ketika (roh) itu memasuki perutnya, dia menginginkan makanan. Jadi dia melompat, sebelum roh itu mencapai kakinya, dalam ketergesa-gesaannya untuk mendapatkan buah surga. Inilah (yang dimaksud) ketika Allah SWT berkata: ‘Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.’[4]

   ‘Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.’[5] ‘ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.’[6] Lalu Allah SWT berkata kepada Iblis: ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ – kepada apa yang Aku ciptakan dengan tangan-Ku sendiri – Menjawab iblis: ‘Aku lebih baik daripadanya,’[7] aku bukan yang bersujud kepada manusia yang telah Engkau ciptakan dari tanah liat. Karena itu Allah SWT berkata kepadanya: ‘Turunlah engkau dari surga itu! Karena engkau sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah! Sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang hina.’” [8]

   Ibnu Abbas: “Ketika Allah SWT meniupkan sebagian roh-Nya kepadanya – ke dalam Adam – itu melalui kepalanya. Ketika roh Allah mulai bergerak di dalam tubuh Adam, dia menjadi daging dan darah. Ketika roh yang ditiup mencapai pusarnya, dia melihat tubuhnya, dan senang melihat keindahannya. Dia berusaha bangkit tetapi tidak bisa. Ini (yang dimaksud dengan) firman Allah: ‘Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.’ [9]

Dia berkomentar (tentang ketergesa-gesaan Adam): ‘Menderita, dengan ketidaksabaran terhadap baik keberuntungan maupun ketidakberuntung-an.’ Ketika roh yang ditiup itu benar-benar menyelimuti tubuhnya, dia bersin dan berkata, dengan ilham Ilahi: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam!’ [10]

   Allah SWT berkata: ‘Semoga Tuhanmu menunjukkan belas kasihan kepadamu, Adam!’ Kemudian Dia berkata kepada malaikat-malaikat tertentu yang bersama Iblis, bukan mereka yang berada di surga: ‘‘Sujudlah kalian kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur,’ [11] karena kesombongan dan merasa paling penting yang berasal dari jiwanya. Iblis berkata: ‘Aku tidak akan bersujud, karena aku lebih tua dan lebih baik daripada dia, dan juga secara fisik lebih kuat. Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah,’ [12] yang berarti bahwa api lebih kuat dari tanah.

Ketika Iblis menolak untuk bersujud, Allah SWT membuatnya susah (ablasahu), [13] yaitu, Dia melenyapkan harapan baginya untuk mencapai sesuatu yang baik dan menjadikannya sebagai setan yang dirajam sebagai hukuman atas ketidaktaatannya. [14]”


FUNGSI OTAK

A
llah SWT menciptakan Adam, lalu meletakkan dia dan memandangnya selama empat puluh hari sebelum meniupkan roh ke dalam dirinya, sampai dia menjadi salsal seperti tanah liat tembikar yang tak tersentuh api. Ketika, setelah periode itu di mana Adam adalah salsal seperti tanah liat tembikar, Allah SWT berkehendak meniupkan roh ke dalam diri Adam. Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya.


Bagian-Bagian Otak dan fungsinya masing-masing

   Di dalam kepala ini berisi Otak. Otak manusia memiliki berat sebesar 1,3 hingga 1,4 kilogram. Terbuat dari kumpulan jaringan pendukung yang empuk dan seperti jeli. Saraf-saraf di kepala ini terhubung pada saraf tulang belakang. Sel pembentuk otak disebut neuron. Neuron memiliki bentuk yang berbeda tergantung letak di tubuh dan peran yang mereka miliki. Setiap neuron memiliki proyeksi seperti jari yang disebut dendrit [15] dan serabut panjang yaitu akson. [16].

   Terdapat 2 jenis materi pada otak: materi abu-abu dan materi putih. Materi abu-abu menerima dan menyimpan impuls dan merupakan sel saraf utama pada otak. Materi putih pada otak membawa impuls ke dan dari materi abu-abu. Materi putih mengandung serabut saraf (akson, axon). Materi putih juga mencakup kebanyakan sistem saraf di mana mereka dapat mengantar dan mengumpulkan sinyal elektrokimia. Materi putih membuat jaringan dari jutaan serabut saraf.

   Beberapa saraf pada otak langsung menuju mata, telinga dan bagian lain pada otak. Saraf lainnya menyambung otak dengan bagian tubuh lainnya melalui saraf tulang belakang. Otak ini memiliki 3 bagian utama: cerebrum, cerebellum dan batang otak.

Cerebrum pada manusia sangat besar dan lebih utama dari bagian otak lainnya. Bagian otak luar yang besar mengatur aktivitas membaca, berpikir, belajar, bicara, emosi dan pergerakan otot yang direncanakan seperi berjalan. Cerebrum juga mengendalikan penglihatan, pendengaran dan indera lainnya. Cerebrum terbagi menjadi 2 belahan. Bagian kiri cerebrum mengendalikan bagian kanan tubuh dan bagian kiri cerebrum mengendalikan bagian kiri tubuh.

   Belahan cerebrum kemudian terbagi lagi menjadi 4 bagian yaitu, Frontal lobe, Temporal lobe, Parietal lobe, Occipital lobe dengan fungsi masing-masing sebagai beikut.

   Frontal lobe: Bertanggung jawab pada fungsi kognitif dan pengambilan keputusan; Temporal lobe: Bertanggung jawab memproses memori, menggabungkannya dengan sensasi rasa, suara, penglihatan, sentuhan dan emosional; Parietal lobe: Bertanggung jawab memproses informasi tentang suhu, rasa, sentuhan, pergerakan dan orientasi spasial; Occipital lobe: Bertanggung jawab pada penglihatan.

Cerebellum memiliki fungsi penting pada kontrol motorik dan bertanggung jawab mengkoordinasi pergerakan otot dan mengendalikan keseimbangan. Cerebellum terdiri dari matter abu-abu dan putih dan menghantar informasi pada saraf tulang belakang serta bagian lain pada otak.

Batang otak terletak pada bagian bawah otak, menghubungkan cerebrum dengan saraf tulang belakang. Tiga puluh satu pasang saraf keluar dari sumsum tulang belakang melalui bukaan di kolom vertebral. Ini adalah saraf tulang belakang. Posterior, atau punggung, akar saraf tulang belakang membawa informasi sensorik dari daerah yang mereka layani kembali ke otak. Saraf siatik adalah saraf terbesar dalam tubuh. Ini keluar dari tulang belakang melalui sebuah lubang di panggul disebut foramen siatik. Saraf toraks menyediakan fungsi motorik ke otot-otot perut dan dada, serta otot-otot tangan khusus yang memungkinkan seorang individu untuk menyebarkan jari-jarinya terpisah. Saraf serviks melayani otot-otot lengan dan tangan.



PUASA RAMADHAN

S
elama puasa di bulan Ramadhan, umat Islam jalani runititas sahur, menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami-istri, serta melakukan amalan ibadah lainnya seperti shalat tarawih, mempelajari Al-Qur’an dan mentilawahnya, serta ibadah-ibadah lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Subhanallah, puasa Ramadhan terbukti bermanfaat untuk membentuk struktur otak baru dan merelaksasi sistem saraf.

Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya. Dalam tempurung kepala ini terletaklah otak manusia. Otak manusia berfungsi bukan saja untuk berfikir sebagaimna awam mengenalnya. Namun lebih luas lagi. Seperti yang telah diuraikan dalam bab fungsi otak diatas.

   Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadhan lainnya.

Berpuasa di bulan Ramadhan menjadi bagian dari perintah agama [17]. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketika Allah SWT meniupkan roh ke dalam jasad Adam, roh masuk kepada Adam melalui kepalanya. Di kepala inilah terletak otak manusia. Otak bukan saja berfungsi sebagai alat berfikir sebagaimana khalayak umum telah mengetahuinya. Melainkan juga sebagai perangkat atau alat untuk mengontrol kemauan dan perilaku manusia. Otak yang terlatih baik, akan menghasilkan karsa, kreasi dan karya yang baik pula.


   Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik.

   Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, hubungan suami-istri).


Apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus menerus, struktur otaknya akan berubah

   Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.

   Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Qur’an, menurut Taufik, ada istilah an-nafsul-muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya.

   Luqman Al-Hakim pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”

   Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.

Penelitian lain yang dilakukan oleh peneliti dari Salk Institute ini menemukan bahwa otak manusia ternyata memiliki kapasitas memori setidaknya 1 petabyte atau setara dengan 10 juta gigabyte. Jumlah itu diperkirakan setara dengan internet saat ini. [18]

   Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.


Penelitian Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kerja otak

   Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum (berpuasa) memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu dalam artian membersihkan jiwa, memperbaikinya dan menumbuhkannya agar menjadi semakin baik perilaku nafsunya) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia.


PENUTUP

Y
ang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah fungsi otak yang ada di kepala manusia. Dari sini kreasi, karsa, karya manusia melebihi makhluk lainnya. Fungsi otak ini mesti dijaga, dipelihara dan dikembangkan bagi kemashlahatan kehidupan (diri dan sesama) manusia, alam dan Tuhan. Tuhan yang memberi mandat kepada manusia sebagai khalifah pemakmur kehidupan di bumi.

   Terobosan-terobosan mutakhir dalam bidang neurosains dan studi kecerdasan menunjukkan bahwa IQ - Kecerdasan Berfikir kebendaan atau material bukanlah satu-satunya jaminan kesuksesan hidup. Manusia memiliki pula EQ - Kecerdasan Emosional dan SQ - Kecerdasan Spiritual. Kecerdasan pun tidak berbentuk tunggal, tetapi majemuk - dikenal dengan sebutan Multiple Intelligence - dan setiap orang memiliki bakat yang khas. Kehidupan yang bisa dikatakan sukses dan utuh adalah kehidupan yang memberdayakan potensi fisik, rasio, emosi, dan spiritual dalam diri kita.

   Sementara puasa Ramadhan adalah sebagai media yang memelihara, bahkan meningkatkan, dan menjaga agar tetap fitsnya fungsi otak, ‘CPU’ - Central Processing Unit bagi manusia. Penciptaannya yang pertama, meniupkan roh-Nya ke dalam diri Adam, roh mana masuk kepada Adam melalui kepalanya. Di dalam tempurung kepala ini ‘CPU’ manusia berada. Wallāhu A’lam bish-Shawab. Billāhit Taufiq wal-Hidayah. □ AFM


 
Catatan:
Artikel Penciptaan Manusia Pertama dan Roh Ditiupkan Melalui Kepala - merupakan penceritaan ulang dari buku Al-Țabari, Taʾrīkh al-Rusūl wa al-Mulūk: Volume 1, diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Franz Rosenthal (State University of New York Press: New York, 1989), hlm 262-265. Sumbernya dari Gana Islamika.


Catatan Kaki:
[1] Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. ‘Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan ‘pernapasan. Namun, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen.
[2] QS Sad Ayat 72.
[3] Menurut al-Țabari, ini merujuk kepada QS Al-Fatihah Ayat 2: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
[4] Lihat Q.S Al-Anbiya Ayat 37: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.”
[5] QS Al-Hijr Ayat 30-31.
[6] Lihat QS Al-Baqarah Ayat 34: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
[7] Lihat QS Al-A’raf Ayat 12: Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”
[8] QS Al-A’raf Ayat 13.
[9] Lihat QS Al-Anbiya Ayat 37.
[10] QS Al-Fatihah Ayat 2.
[11] Lihat QS Al-Baqarah Ayat 34.
[12] Lihat QS Al-A’raf Ayat 12 dan Sad Ayat 76.
[13] Ulama Arab secara alami menghubungkan Iblis dengan akar kata “ablasa”, yang artinya diindikasikan kepada “membuat seseorang putus asa, atau untuk menghilangkan harapan seseorang.”
[14] Menurut al-Tabari, ini adalah penafsiran atas QS Baqarah Ayat 30 dan 34.
[15] https://id.wikipedia.org/wiki/Dendrit
[16] https://id.wikipedia.org/wiki/Akson
[17] Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. [QS Al-Baqarah 2:183]
[18] Kapasitas memori otak manusia memang dikenal cukup besar untuk menampung beberapa informasi sekaligus. Namun, sebuah hasil penelitian terbaru tampaknya dapat mengubah pandangan itu. Sebab, dari penelitian tersebut diketahui ternyata kapasitas memori otak manusia 10 kali lebih besar dari yang pernah dipikirkan sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Salk Institute ini menemukan bahwa otak manusia ternyata memiliki kapasitas memori setidaknya 1 petabyte atau setara dengan 10 juta gigabyte. Jumlah itu diperkirakan setara dengan internet saat ini. "Ini adalah sebuah kabar yang mengejutkan di bidang neurosains," ujar Terry Sejnowski, salah seorang peneliti dari Salk Intitute, seperti dikutip dari laman Tech Times, Rabu (27/1/2016).
https://www.liputan6.com/tekno/read/2420057/kapasitas-memori-otak-manusia-ternyata-setara-1-juta-gb □□


Sumber Bacaan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_saraf
https://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Dendrit
https://id.wikipedia.org/wiki/Akson
https://www.sridianti.com/fungsi-saraf-tulang-belakang.html
https://budisma.net/2014/12/fungsi-saraf-tulang-belakang.html
https://www.liputan6.com/tekno/read/2420057/kapasitas-memori-otak-manusia-ternyata-setara-1-juta-gb
https://ganaislamika.com/kisah-tentang-adam-3-masa-penciptaan/
http://fadhilahislam.blogspot.com/2012/01/keajaiban-puasa-ramadhan-pembaruan.html  □□□

Friday, January 25, 2019

Saifuddin Quthuz Penakluk Mongol




Sebagaimana akan selalu ada pengkhianat. Namun, setiap zaman akan selalu melahirkan para pahlawan. Ksatria Islam akan datang silih berganti. Pengkhianat akan lapuk membusuk, rugi di dunia dan kecelakaan di akhirat. Kemenangan akhir hanyalah milik para mujahid yang tulus, berjuang fi sabilillah, sesulit dan seterjal apapun jalan perjuangannya.


PENDAHULUAN

N
amanya tidak setenar Shalahuddin Al-Ayyubi sang penakluk Yerussalem. Orang barat memanggil namanya sebagai Saladin. Meskipun begitu Saifuddin Quthuz, nama lengkapnya Al-Muzhaffar Saifuddin Quthuz, kisah kepahlawananya sungguh luar biasa. Beliaulah yang telah memporak-porandakan monster raksasa bernama pasukan Mongol yang terkenal kuat sekaligus bengis. Bahkan ada mitos di masa itu “Jika anda mendengar tentara Mongol kalah, jangan percaya, kabar tersebut” menggambarkan saking digdayanya tentara Mongol. Tetapi, lewat perantara beliau, keperkasaan Mongol hancur-lebur.

Sultan Saifuddin Quthuz bersama panglima Baibars bertemu dengan pasukan Mongol di sebuah tempat bernama 'Ain Jalut, terletak di Palestina, sebelah utara Baitulmuqaddis atau disebut juga Jerusalem. Pertempuran dahsyat dan menyejarah ini dengan izin Allah dimenangkan oleh pasukan Muslim.

Kemenangan ini selanjutnya menyelamatkan kota Makkah, Madinah, Afrika Utara dan juga Andalusia dari kehancuran yang menimpa kota Baghdad, ibukota Kekhalifahan Abbasiyah, karena dalam perang 'Ain Jalut, Mongol telah bertekuk lutut. Setelah itu tidak lagi menyerang wilayah negeri-negeri Muslim lagi sebagaimana yang akan dipaparkan berikut dibawah ini. 


Mongol


Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 sesudah mempersatukan suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih di antara sesama. Setelah bersatu, dan dengan itu menjadi kuat, mulai menaklukkan benua Eurasia (Eropa-Asia). Dimulai dengan penaklukan Dinasti Xia Barat di Cina Utara dan Kerajaan Khawarezmia di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara sampai ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antar Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14.

Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu: Dinasti Yuan, di Cina; Ilkhanate, di Persia; Chagatai Khanate, di Asia Tengah: dan Golden Horde, di Rusia. Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.

Menurut ahli sejarah barat R. J. Rummel, diperkirakan sekitar 30 juta orang terbunuh dibawah pemerintahan Kekaisaran Mongolia dan sekitar setengah jumlah populasi Tiongkok habis dalam 50 tahun pemerintahan Mongolia. [1]


Kota Baghdad

Kota Baghdad merupakan pusat peradaban dan lentera pengetahuan dunia di abad pertengahan. Kota ini menjadi saksi bisu kekejian tentara Mongol. Ibnu Katsir telah meriwayatkan dalam ‘Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah’, Antara 800 ribu dan 1,8 juta orang dibantai tanpa pandang bulu ketika Baghdad dikuasai tentara Mongol.

Tidak hanya itu, perpustakaan Bait Al-Hikam yang menjadi pusat pengetahuan dunia dibakar hingga sungai Tigris menjadi hitam, karena tinta dari lembaran buku-buku tersebut mengelupas dan larut dalam air. Ekspansi Mongol terus berlanjut meratakan setiap yang dilewatinya. Bayangkan saja, kekuasaanya membentang dari semenanjung Korea hingga Polandia di Eropa.

Masa kejayaan Islam telah terukir dalam sejarah. Demikian pula dengan masa kemunduran dan kehancurannya yang tidak mungkin luput dari catatan sejarah. Hal ini bisa dilihat dari pengertian sejarah sebagaimana diformulasikan oleh Prof. Dr. H. Taufik Abdullah, sejarawan Indonesia, adalah suatu ilmu yang di dalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, obyek, latar belakang, dan pelaku dari peristiwa tersebut.

Masa khilafah Abbasiyah dielu-elukan sebagai masa keemasan Islam. Karena pada masa ini kemajuan dalam berbagai bidang sangat pesat. Namun jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah di sana, tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban Islam, karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut lenyap dibumihanguskan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan, cucu pendiri Mongol, Jenghis Khan.

Namun meski demikian, serangan Mongol hanyalah sebuah pamungkas yang menghancurkan kekhalifahan. Karena benih-benih kemunduran dan kehancuran sebenarnya muncul dari kekhalifahan Abbasiyah itu sendiri. Hal ini bisa dilihat dari banyak bermunculan dinasti yang semakin melemahkan stabilitas pemerintahan Abbasiyah saat itu. [2]

Kekaisaran Mongol tak pernah terkalahkan, andaikata kalah, mereka pasti mampu membalas dengan pembalasan yang lebih lebih mengerikan. Satu persatu tanah air umat Islam pun jatuh, banyak para raja dan ulama menggadaikan agamanya demi mendapatkan jaminan kelangsungan hidup dari kekaisaran Mongol. Dengan sejuta dalil, dan dalil mereka menjual Islam demi kenikmatan dunia yang sesaat, mereka ciut nyali menghadapi monster yang satu ini.


KISAH SAIFUDDIN QUTHUZ

D
i saat kondisi kritis seperti diuraikan diatas, Allah menepati janjiNya dengan menjaga Islam dengan munculnya seorang pahlawan besar Islam. Pahlawan ini berbeda dengan para pengkhianat itu, dengan sikap ksatria ia mengumpulkan para pembesar dan ulama negara dan berkata:

“Wahai para pemimpin muslimin! Kamu diberi gaji dari Baitul Māl sedangkan kamu tidak suka berperang. Aku akan pergi berperang. Barangsiapa yang memilih berjihad, temannya aku, tetapi siapa yang tidak mau, pulanglah! Allah akan memperhatikan kamu, dosa kehormatan kaum muslimin yang diperkosa akan kalian tanggung, wahai yang tidak ikut berjihad!”

Siapakah pahlawan itu? Dia adalah Saifuddin Quthuz, bersama rekannya Amir Ruknuddin Baibars, beliau memporak-porandakan pasukan Mongol dalam pertempuran 'Ain Jalut. Amat terkenal ditulis oleh para sejarawan. Kenapa terkenal? Karena pada pertempuran inilah pertama kalinya mitos tentara Mongol yang pantang terkalahkan, kenyataannya, terpatahkan. Tentara Mongol binasa, hancur lebur tidak mampu bangkit lagi dan membalasi sebagaimana yang sebelumnya mereka lakukan.

Saifuddin Quthuz adalah Sultan Mameluk, Mesir. Sebelum pertempuran, Hulagu Khan, pemimpin Mongol yang menjuluki dirinya sendiri sebagai ‘Raja Timur dan Barat’ memberikan surat kepada Quthuz yang memintanya menyerah atau akan merasakan kejamnya pedang tentara Mongol sebagaimana wilayah Islam yang lain. Menerima surat ini, Quthuz tidak gentar, meskipun para Penguasa dan Ulama Su' [3] telah banyak yang menyerah dan berkhianat. Quthuz berbeda, perlu diketahui, sebelum Quthuz memimpin Mesir - salah satu wilayah Islam yang tersisa - sedang lemah, karena adanya perpecahan internal, akibat dari rakus mengejar jabatan antar penguasalah penyebabnya. Di pihak luar, monster mengerikan bernama Mongol telah siap menelan sisa wilayah Islam ini. Lalu tampilnya Quthuz sebagai pemimpin menengahi perpecahan itu, dengan sikap ksatria nan diplomatis dia berkata kepada para pemimpin Mesir, beginilah kira-kira perkataanya:

"Saudaraku, yang aku inginkan dari jabatan hanyalah agar kita bersatu mengalahkan Mongol, dan hal ini tidak akan terjadi jika kita tidak berada dalam kesatuan pimpinan, setelah Mongol kalah, urusan kekuasaan ini saya serahkan kembali kepada kalian"

Sikapnya yang bijaksana tersebut membuat ketegangan internal Mameluk, Mesir mereda, bersama ‘Ulama Hanif’ yang tersisa. Quthuz memobilisasi rakyat, menyatukan kekuatan dan mengobarkan semangat jihad fi sabilillah. Hingga pertempuran berkobar pada tahun 1260. Quthuz awalnya hanya memantau dari bukit jalannya pertempuran, tapi melihat pasukannya sempat terdesak melawan kegagahan tentara Mongol, segera ia turun sembari melepas topi besinya dan berteriak:

"Demi Islam! Demi Islam!" Melihat panglimanya langsung turun, moril tentara Islam bangkit kembali. Beberapa kali libasan pedang tentara Mongol hampir membunuh dirinya, tapi ia menyahut kilatan pedang tersebut dengan bersyair: “Adapun diriku, sesungguhnya ia sedang menuju surga, adapun Islam, ia mempunyai Tuhan yang tidak akan membiarkannya”.

Tentara Islam terus merangsek (bahasa Jawa artinya maju menyerang), panglima Quthuz berdo’a: "Ya Allah, bantulah hambamu Quthuz mengalahkan Mongol." Setelah pertempuran sengit, binasalah tentara Mongol dengan mitos tak terkalahkan itu. Ditangan panglima Islam yang rendah hati, shalih dan bertakwa. Allah melalui perantara Quthuz menghancurleburkan Tentara Mongol nyaris tidak bersisa hanya dalam waktu 10 bulan setelah sebelumnya Mongol merajalela dengan bengis di tanah kaum muslimin selama sekitar 40 tahun. Allah memang sebaik-baik pembuat makar, belum habis rasa lelah kaum muslimin berperang dengan Tentara Salib dari barat, datang monster yang tidak kalah mengerikan dari sebelah timur. Allah tetap menjaga Islam lewat para mujahidin yang tulus, tidak takut celaan orang yang suka mencela. Hanya kepada Allah mereka bertawakkal.


Pertempuran 'Ain Jalut

Pertempuran ‘Ain Jalut (Mata Jalut) terjadi pada tanggal 3 September 1260 di Palestina antara Bani Mameluk (Mesir) yang dipimpin oleh Qutuz dan Baibars berhadapan dengan tentara Mongol pimpinan Naiman Kitbuqa.

Banyak ahli sejarah menganggap pertempuran ini termasuk salah satu pertempuran yang penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah di mana mereka untuk pertama kalinya mengalami kekalahan telak dan tidak mampu membalasnya dikemudian hari seperti yang selama ini mereka lakukan jika mengalami kekalahan. [4]


Jalannya pertempuran

Kedua belah pihak berkemah di tanah suci Palestina pada bulan Juli 1260 dan akhirnya berhadapan di ‘Ain Jalut pada tanggal 3 September dengan kekuatan yang hampir sama yaitu lebih kurang 20 ribu tentara. Taktik yang dipakai oleh panglima Baibars adalah dengan memancing keluar pasukan berkuda Mongol yang terkenal hebat sekaligus kejam kearah lembah sempit sehingga terjebak, baru kemudian pasukan kuda mereka melakukan serangan balik dengan kekuatan penuh yang sebelumnya memang sudah bersembunyi di dekat lembah tersebut.

Akhirnya taktik ini menuai sukses besar. Pihak Mongol terpaksa mundur dalam kekacauan bahkan panglima perang mereka, Kitbuqa, berhasil ditawan dan akhirnya dieksekusi. Perlu dicatat bahwa pasukan berkuda Bani Mameluk (Mesir) secara meyakinkan berhasil mengalahkan pasukan berkuda Mongol yang belum pernah terkalahkan sebelumnya. [5]

Setelah meluluh-lantakkan tentara kekaisaran Mongol dalam pertempuran ‘Ain Jalut, Saifuddin Quthuz ditikam oleh seorang gubernur. Meskipun telah tiada, semangat juangnya akan terus menjadi obor yang menyala bagi generasi muslim. Sultan Quthuz hanya memerintahkan Mesir selama satu tahun dan diwaktu singkatnya ia berkuasa, hampir seluruhnya beliau abdikan untuk kemuliaan Islam. Beliau seorang pemimpin yang shalih, rendah hati dan pemberani. Kesuksesan beliau tidak lepas juga dari bimbingan seorang ulama hanif yaitu Al-Izz Ibnu Abdis Salam.

Jika kita perhatikan dalam sejarah Islam, ketika terjadinya puncak-puncak pengkhianatan, fitnah dan kondisi kritis selalu saja muncul para inspirator besar yang Allah jaga Islam melalui perantara tangannya. Tinggal akan ada di kubu mana kita berjalan? Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar jalan) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum. Dia (Allah) mencintai mereka, dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang memerangi), yang berjihad di jalan Allah, dan tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela.” [QS Al-Mā’idah/5:54].


PENUTUP

D
emikianlah kisah Sultan Quthuz ditengah-tengah Para Pemimpin dan Ulama Su’ yang tidak bertanggungjawab dalam memegang amanah yang sesungguhnya. Sebagaimana sejarah mencatatnya, yaitu akan selalu ada pengkhianat. Namun setiap zaman akan selalu melahirkan para pahlawan. Ksatria Islam akan datang silih berganti. Pengkhianat akan lapuk membusuk, rugi di dunia dan celaka di akhirat Kemenangan akhir hanyalah milik para mujahid yang tulus, berjuang fi sabilillah, sesulit dan seterjal apapun jalan perjuangannya.

Saksikan pula kisah Saifuddin Quthuz, Mujahid Sang Penakluk Kekaisaran Mongol dalam video. Yaitu video pertempuran ‘Ain Jalut antara Muslim Mamluk (Mesir) melawan Mongol.

Pada tanggal 25 Ramadhan 658 Hijriah bertepatan dengan tanggal 3 September 1260 Kalendar Gregorian/Masehi pasukan Mamluk yang dipimpin oleh Sultan Saifuddin Quthuz bersama panglima Baibars bertemu dengan pasukan Mongol di sebuah tempat bernama 'Ain Jalut. Pertempuran dahsyat dan menyejarah ini dengan izin Allah dimenangkan oleh pasukan Muslim.

Kemenangan ini selanjutnya menyelamatkan kota Makkah, Madinah, Afrika Utara dan juga Andalusia dari kehancuran yang menimpa kota Baghdad, ibukota Kekhalifahan Abbasiyah, karena dalam perang 'Ain Jalut, Mongol telah bertekuk lutut dan setelah itu tidak lagi menyerang wilayah kekuasaan Islam seperti tersebut diatas. Mitos tentara Mongol yang pantang terkalahkan terpatahkan. Tentara mongol binasa, hancur lebur tidak mampu bangkit lagi dan membalasi sebagaimana yang sebelumnya mereka lakukan. VIDEO (klilk--->) PERTEMPURAN ‘AIN JALUT. Wallahu a’lam bish-shawab, billahit Taufiq wal-Hidayah. □ AFM



Catatan Kaki:
[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Mongol
[2]https://hasanrizal.wordpress.com/2009/10/20/kehancuran-baghdad-serangan-mongol-jenghis-khan-dan-hulagu-khan/
[3] Kata ulama adalah bentuk jama’ dari ‘alim yang artinya ahli ilmu atau ilmuwan. Sementara kata su’ adalah masdar dari sa’a-yasu’u-saw’an yang artinya jelek, buruk dan jahat. Secara bahasa arti ulama su’ adalah ahli ilmu atau ilmuwan yang buruk dan jahat. Rasulullah saw bersabda,”Ingatlah, sejelek-jelek keburukan adalah keburukan ulama dan sebaik-baik kebaikan adalah kebaikan ulama”, HR al-Hakim. Orientasinya hanya duniawi, sehingga menyalahgunakan ilmunya demi tujuan jabatan dan materialistik.
   Ulama hakekatnya berhubungan dengan ilmu dan kebaikannya. Harta dan tahta adalah godaan bagi ulama yang bisa menjerumuskan ke dalam kehinaan. Sayyidina Anas ra meriwayatkan: “Ulama adalah kepercayaan Rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia. Jika mereka bergaul dengan penguasa dan asyik terhadap dunia, maka mereka telah mengkhianati para Rasul, karena itu jauhilah mereka.”
   Dari Abu Dzar berkata: “Dahulu saya pernah berjalan bersama Rasulullah saw, lalu beliau bersabda, “Sungguh bukan dajjal yang aku takutkan atas umatku.” Beliau mengatakan tiga kali, maka saya bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah selain dajjal yang paling Engkau takutkan atas umatmu  ?” Beliau menjawab, para tokoh yang menyesatkan”, Musnad Ahmad 35/222.

[4] https://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Ain_Jalut
dan https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Ain_Jalut
[5] https://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Ain_Jalut □□

Sumber:
http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2015/10/22/39997/saifuddin-quthuz-mujahid-sang-penakluk-kekaisaran-mongol/#sthash.E0u9MQyn.dpbs
www.voa-islam.com/saifuddin-quthuz-mujahid-sang-penakluk-kekaisaran-mongol/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Mongol
https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2018/09/20/150993/karakter-ulama-su-dan-fitnah-akhir-zaman.html
https://hasanrizal.wordpress.com/2009/10/20/kehancuran-baghdad-serangan-mongol-jenghis-khan-dan-hulagu-khan/
https://www.youtube.com/embed/8yLJy898Nq8 □□□