Monday, April 6, 2020

Peran Agama dalam Kehidupan Bermasyarakat



 
PERAN AGAMA
DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Oleh: A. Faisal Marzuki


Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu (kepada Allah). (QS Adz-Dzāriyāt 51:56). 

Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. (QS Fāthir 35:39). 

Dialah yang menciptakanmu dari bumi dan menjadikanmu pemakmurnya. (QS Hūd 11:61).


A
gama merupakan pedoman hidup dan menjadi tolok ukur yang mengatur tingkah laku penganutnya dalam kehidupan sehari-hari. Baik atau tidaknya kualitas tindakan seseorang tergantung pada pengetahuan dan pembelajaran (learning) tentang agama yang didapat atau dipelajarinya. Yaitu seberapa paham dan seberapa dalam penghayatan terhadap pengetahuan agama yang diyakininya itu akan mempengaruhi kualitas ketaatan dan kedisiplinan atas ajaran-ajaran dan prinsip-prinsip yang diperoleh dari pembelajaran yang diterimanya.

Agama berperan sangat penting dalam mengatur kehidupan insan dan mengarahkannya kepada kebaikan individu (pribadi) dan sosial (masyarakat), dan kemajuan sains dan peradaban, baca klik ---> Pengertian Nilai Hidup Bermasyarakat Dalam Islam.

Manusia sebagai insan membutuhkan agama, karena agama mampu melestarikan hubungan yang baik dan harmonis antar manusia dan lingkungan hidupmya. Secara lebih terperinci dapat dapat diikuti uraian selanjut sebagai berikut.


Pertama, agama menghidupkan nilai moralitas

Moralitas yang mulia itu adalah akhlak (أخلاق, akhlāq), perilaku atau tindakan mana yang baik (lakukan) dan buruk (jangan lakukan). [1] Diturunkannya agama kepada manusia mempunyai agenda menghidupkan moralitas dalam rangka mengatur kehidupan manusia yang mestinya berperilaku  baik [2], baca klik ---> Makna Akhlaq.  Agama menyuruh dan sangat mendukung nilai mulia dari prinsip kebaikan seperti, keadilan, kejujuran, tolong-menolong dan toleransi dalam hal khilafiyah furu’iyah (perbedaan yang tidak prinsipil) dan agama (lakum dīnukum waliadīn - Untukmu agamamu, dan untukku agamaku). [3]

Dalam proses kehidupan yang dijalani manusia, agama sangat menyuruh dan mendukung tindakan kebaikan. Artinya, agama tidak hanya memberikan nilai-nilai yang bersifat moralitas, namun juga menjadikannya sebagai pondasi keyakinan. Agama mensyarakatkan moralitas sebagai bagian iman secara keseluruhan. Artinya nilai moralitas atau akhlak [2] yang ditekankan agama ini bersifat mengikat yang mesti dilaksanakan oleh setiap penganutnya.

Jadi, tanpa bantuan agama, dapat dipastikan bahwa nilai-nilai kebajikan atau moralitas tersebut niscaya akan kehilangan maknanya dan akan menjelma menjadi serangkaian nasihat yang bersifat tidak mengikat. Yakni sekedar anjuran atau seruan belaka, sementara kita sendiri bebas untuk menerima atau menolaknya.


Kedua, agama memberi kekuatan

Agama menghidupkan kekuatan dalam diri manusia untuk mampu menghadapi pelbagai cobaan atau penderitaan hidup dan berperan sebagai benteng kokoh yang melindunginya dari serangan keputusasaan dan hilangnya harapan. Berkat keimanan yang kuat dan keyakinan bahwa Allah pasti memberi pertolongan, setiap masalah yang muncul dan setiap jalan buntu yang ditemui dalam kehidupannya dapat dipecahkan dan diatasi. Dengan itu, manusia akan mampu menghindar dari rongrongan keputusasaan dan kesiasiaan.

Jadi, selain peran iman sebagai kekuatan pendorong atau motivasi kehidupan, tetapi juga merupakan faktor yang memungkinkan manusia sanggup menghadapi dan menanggung cobaan atau penderitaan hidup dengan penuh ketegaran dan menyelamatkannya dari kepahitan (kegetiran) hidup akibat kegagalan dan kekecewaan yang alami, sambil tetap proaktif dalam ikhtiar atau berusaha mengatasi atau mencari jalan keluarnya.


Ketiga, agama menjadi pegangan dan pedoman hidup

Al-Qur'an merupakan putunjuk [4] yang bisa dipegangan dan dijadikan pedoman hidup yang tidak pernah berubah dalam setiap zaman. Meskipun terdapat berbagai perbedaan tafsiran dalam memahaminya, namun tidak pernah ada perubahan kebenaran yang dikandung dalam prinsip-prinsip pokok ajaran yang telah ditetapkan dari Rabb Al-‘Ālamīn, Almighty God - Allah, Tuhan Pencipta dan Pemelihara Alam Semesta, Yang Mahakuasa dalam Kitab Suci-Nya serta Sunnah Rasul-Nya.

Pada faktanya, manusia tidak dapat hidup tanpa adanya pegangan atau pedoman yang menjadi acuan dalam hidupnya. Untuk itu, ia akan cenderung berusaha mengisi hidupnya berdasarkan agama yang menjadi pegangan dan pedoman hidupnya.

Dalam kehidupan intelektual, lebih mengutamakan atau cenderung dengan suatu keyakinan yang masuk akal dan ajaran yang sehat. Dalam hal ini khususnya agama Islam dapat menjadi pegangan hidup baik bagi awam (orang biasa) maupan intelektual (ulil albab, baca klik ---> Ulil Albab adalah Intelektual Muslim) karena ajaran-ajarannya meliputi juga pengetahuan tentang alam semesta (sains, ayat kauniyyah) yang terkait serta  bertalian dengan kebenaran ajaran hidup bagi insan yang beriman kepada-Nya. [4]


Keempat, agama mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban

Selain memberikan pedoman hidup yang bersifat spiritual, agama juga mendorong kemajuan ilmu pengetahuan atau sains dan peradaban sebagaimana yang disebutkan oleh Carli Fiorina, CEO dari Hewlett Packard produsen Industri komputer Amerika tentang kemajuan ilmuan muslim sebagai berikut: “Para arsitek yang merancang bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi adalah mereka para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengan itu komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Mereka para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk menyembuhkan penyakit. Mereka para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa” - mereka itu adalah para ilmuan dan penemu Muslim [5] pada zaman kejayaan Islam di abad tengah, baca (klik) ---> Bagaimana Penemu Muslim Mengubah Dunia

Keyakinan agama mengajarkan kepada manusia bahwa pengetahuan tak terbatas merupakan sumber dari keteraturan alam yang berlaku di jagat raya ini - yang menjadi dasar dari teori ilmu pengetahuan (sains), seperti yang diibaratkan sebagai sebuah buku maha besar yang dikarang seorang sarjana yang sangat cerdas. Setiap halamannya berisi serangkaian paragraf dan kalimat yang mengandung cahaya kebenaran yang mendorong kita untuk mempelajari dan merenungkannya dengan membaca - iqro’, mempelajarinya. [6]


Kelima, agama sebagai integrator

Agama sebagai integrator (menyatu padukan),  baik individual maupun sosial, dalam arti bahwa agama mengintregasikan dan menyerasikan segenap aktivitas manusia, baik sebagai perseorangan (individu) maupun anggota masyarakat (sosial), yaitu integrasi dan keserasian sebagai insan yang taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, serta integrasi dan keserasian antara manusia sebagai makhluk sosial dalam hubungannya dengan sesama dan lingkungannya. Dengan kata lain, integrasi dan keserasian antara mengejar kebaikan dunia dan akhirat. [7]


Keenam, agama sebagai sublimator

Agama sebagai sublimator (perubahan ketingkat yang lebih baik) dari segala perbuatan manusia, sehingga perbuatan manusia, bukan hanya yang bersifat keagamaan (spiritual) saja, tetapi setiap perbuatan yang dijalankan dengan tulus ikhlas dan penuh pengabdian karena keyakinan agama, maka segala pekerjaan yang baik merupakan bagian pelaksanaan ibadah insan terhadap Sang Pencipta atau Al-Kholiqnya atau Tuhan Yang Maha Esa dan Mahakuasa.


Ketujuh, agama sebagai sumber inspirasi

Agama sebagai sumber inspirasi (ilham) budaya dan peradaban yang melahirkan hasil budaya fisik berupa cara pakaian yang sopan dan indah, gaya arsitektur bangunan, seni tulis kaligrafi, ilmu pengetahuan (sains) yang digunakan kepada hal-hal yang baik (bukan merusak), dan lain-lain, serta hasil budaya nonfisik yang menafaskan kehidupan beragama yang ber akhlaq al-karimah [8], serta jauh dari perbuatan syirik dan musyrik.


PENUTUP

Dari sudut pandang teori fungsional, agama menjadi atau penting sehubungan dengan unsur-unsur pengalaman manusia yang diperoleh dari ketidakpastian, ketidakberdayaan, dan kelangkaan yang memang merupakan karakteristik fundamental kondisi manusia. Dalam hal ini fungsinya ialah menyediakan tiga hal sebagai berikut:

Pertama, suatu cakrawala pandang tentang dunia luar yang tidak terjangkau oleh manusia, dalam artian dimana ‘deprivasi frustasi’ [9] dapat dialami sebagai sesuatu yang mempunyai ‘makna’ sebagaimana terjadi sekarang ini dari coronavirus epidemic (wabah dari epidemik virus corona), baca (klik) --->Menyikapi wabah Covid-19 Dalam Islam.

Dalam persitiwa tersebut, agama memberi kekuatan dalam menanggung penderitaan hidup. Agama menghidupkan kekuatan dalam diri manusia untuk mampu menghadapi pelbagai penderitaan hidup dan berperan sebagai benteng kokoh yang melindunginya dari serangan keputusasaan dan hilangnya harapan. Berkat keimanan yang kuat dan keyakinan bahwa Allah pasti memberi pertolongan, setiap masalah yang muncul dan setiap jalan buntu yang ditemui dalam kehidupannya dapat dipecahkan dan diatasi. Alhasil, ia akan mampu menghindar dari rongrongan keputusasaan dan kesia-siaan.

Kedua, sarana ritual yang memungkinkan hubungan  manusia dengan Tuhannya dalam hal diluar jangkauannya yang dengan itu memberikan jaminan dan keselamatan bagi manusia mempertahankan moral agamanya.

Ketiga, agama sebagai creator (pencipta) dan innovator (pembaharu), memberikan semangat dorongan untuk bekerja kreatif (mempunyai kemampuan untuk mencipta) dan produktif (banyak menghasilkan) dengan penuh dedikasi (pengabdian) untuk membangun kehidupan dunia yang lebih baik dan kehidupan khirat yang baik pula. Oleh karena itu, disamping bekerja kreatif, agama mendorong pula adanya pembaruan dan penyempurnaan (inovatif).

Jadi, selain peran iman sebagai kekuatan pendorong/motivasi, tetapi juga merupakan faktor yang memungkinkan manusia sanggup menghadapi dan menanggung cobaan hidup dengan penuh ketegaran dan menyelamatkannya dari kepahitan akibat kegagalan dan kekecewaan yang alami.

Demikianlah peran agama terhadap manusia yang diciptakan-Nya [10] untuk beribadah kepada Rabb Al-‘Alamin (baca: rabbul ‘ālamīn), sebagai khalifah-khalifah, [11] pemakmurnya di bumi [12] yang telah membangunkan peradabannya dengan ilmu pengetahuan (sains) yang diperolehnya dari hasil pembelajaran dan penelitiannya.

Kesimpulannya, bahwa proses terbentuknya kehidupan manusia sebagai individu dan bersama dalam sosial kemasyarakatannya sepanjang sejarah hingga saat ini, tidak dapat dilepaskan dari peran agama. Dengan keimanan agama telah mampu mengarahkan kehidupan manusia kepada kehidupan yang lebih baik, berkemajuan yang harmonis serta bangunnya suatu peradaban bukan saja diperoleh di dunia, kelak juga di akhirat. Billāhit Taufiq wal-Hidāyah. Germantown, MD 13 Sha’bān 1441 H / 6 April 2020 M. □ AFM



Catatan Kaki:
[1] Moralitas yang secara leksikal (lexical, yang berhubungan dengan bahasa) dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat.
[2] "Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam" (QS Al-Anbiya 21:107). Dan dijelaskan sendiri oleh Nabi dalam satu riwayat Hadis Sahih: ‘Sesungguhya aku diutus untuk meyempurnakan akhlak yang mulia.” Innama bu'itstu liutammima makarimal akhlaq (HR Bukhari). Menebar rahmat dan memperbaiki akhlak itulah misi antara lain misi kedatangan Nabi Muhammad saw.
[3] QS Al-Kāfirūn 109:6
[4] Inna fī khalqis sāmāti wal ardhi wakhtilāfil laili wannahāri laāyātil liūlil albāb - Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi ulil albab (berakal, inteleletual, saintis).
Alladzīna yadzkurūnallāha qiyāmaw waqu’ūdaw wa’alā junūbihim wayatafak karūna fī khalqis samāwāti wal ardhi; rabbanā mā khalqta hādzā bāthila subhānaka faqinā ‘adzāban nār - (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sambil berkata “Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semuanya ini sia-sia; Mahasempurna (Mahasuci) Engkau. lindungilah kami dari adzab neraka. (QS Āli ‘Imrān 3:190-191). Baca juga klik ---> Menguak Makna Alam Semesta Dimana Kita Hidup 1
[6] Iqro’ bismi rabbikal ladzī khaloq. khalaqol insāna min ‘aloq. Iqro’ wa rabbukal akrom. Alladzī ‘allama bil-qolam. ‘Allamal insāna mālam ya’lam. Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (alam semesta). Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS Al-‘Alaq 96:1-5).
[7] Dalam ajaran Islam Allah ‘Azza wa Jalla tidak pernah menafikan kehidupan dunia yang dijelaskannya bagaimana pandangan seorang Muslim tehadap kehidupan di Akhirat dan kehidupan di Dunia, ditinjau dari hidupnya manusia yang berada di Bumi. Firman Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan: Wabtaghi fīmā ātākalLāhud daral akhirah. Artinya: “Dan carilah negeri Akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan kepadamu. Wa lā tansa nashībaka minad dunyā, artinya: “Tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di Dunia (ad-dunyā)”. (QS Al-Qashash 28:77).
Bagi umat kalau dibiarkan menjadi miskin dan melarat akan berbahaya, karena Rasul Allah saw berlindung dalam hal kefakiran (kemiskinan) itu yang digandengkan dengan kekufuran, do’anya berbunyi “Dan aku berlindung kepada-Mu (kepada Allah) dari kefakiran dan kekufuran”. (Hadits Riwayat an-Nasa’i: 1/198 dan Ahmad dalam Musnad: 5/36. dishahihkan oleh al-Bani dalam Irwa’ul Gholil:3/357).
Bahkan Allah mengajarkan kita berdoa, yaitu meminta kepada Allah Yang Rahman lagi Yang Rahim agar hidupnya di Dunia baik dan juga hidupnya di Akhirat baik serta dijauhkan dari azab neraka. Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanataw wa fil ākhirati hasanataw wa qinā ‘adzāban-nār. Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di Dunia (dunyā) dan kebaikan (pula) di Akhirat dan peliharalah kami dari adzab neraka. (QS Al-Baqarah 2:201)
Dan adalagi do’a yang lainnya: Allōhumma innī as-alukal ‘afwa wal ‘āfiata fid dīn wa dunyā wa ahlī wa malī, artinya: Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan (afiat, kebaikan) mengenai akhiratku, duniaku, maupun mengenai keluarga dan harta bendaku. (HR Turmidzi).
[8] Sungguh telah ada pada dirimu (Muhammad) akhlak yang agung. Rasulullah adalah suri tauladan terbaik, tidak ada yang mampu menandingi keindahan akhlak beliau. Tidak sedikit perilaku buruk yang harus Rasulullah terima saat berdakwah menyebarkan Ajaran Islam, namun beliau selalu membalas keburukan (daniaya baik pisik maupun mental) itu dengan kebaikan (sabar dan tidak membalasnya). Maka pantaslah bila Allah swt memujinya dalam sebuah ayat, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur” (QS Al-Qalam 68:4).
Bahkan menurut Ibnu Qayyim “Agama adalah akhlak”. The religion itself is entirely good character, so whoever surpasses you in character has surpassed you in religion. Agama itu sendiri secara menyeluruh adalah akhlak, barangsiapa mengungguli dirimu dalam akhlak, berarti ia mengungguli dirimu dalam beragama.
[9] Menurut Brown deprivasi relatif (deprivation, kehilangan pegangan) adalah keadaan psikologis dimana seorang merasakan ketidakpuasan atau kesenjangan atau kekurangan yang subyektif pada saat keadaan diri (individu) atau kelompoknya (sosial) di bandingkan dengan kelompok (sosial) lainnya. 
He is awed by its fabulous wealth but deeply troubled by what he sees as its moral depravity. - Ia terpesona oleh kekayaannya yang luar biasa (yang diperolehnya), tetapi sangat terganggu oleh apa yang ia lihat sebagai (hasil dari) kebobrokan moral (akhlak) - seperti korupsi, kejahatan atau kesesatan yang diperbuatnya.
[10] Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu (kepada Allah). (QS Adz-Dzāriyāt 51:56).
[11] Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. (QS Fāthir 35:39).
[12] Dialah yang menciptakanmu dari bumi dan menjadikanmu pemakmurnya. (QS Hūd 11:61). □□


Kepustakaan:
http://ariantiyoulie.blogspot.com/2013/11/peran-dan-fungsi-agama-dalam-masyarakat.html?m=1
https://palembang.tribunnews.com/amp/2016/06/16/peranan-agama-dalam-kehidupan-manusia#referrer=https:
https://www.kompasiana.com/septya/5d0cfb7d097f36348f3bcbd6/peran-agama-dalam-kehidupan-bermasyarakat?page=all
dan lain-lain □□□

Saturday, March 14, 2020

WabahVirus Corona




WABAH VIRUS CORONA


Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.



PENDAHULUAN

W
abah Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus atau disebut juga COVID-19 yang telah mendunia. Bermula datang dari Wuhan, China yang menyebar sebagian besar daratan China. Kemudian menyebar keseluruh dunia seperti Eropa, Asia bahkan Amerika.

Di Amerika ribuan murid sekolah diliburkan di beberapa negara bagian, pertandingan olahraga football, basketball dan baseball di hentikan untuk beberapa waktu. Di Eropa terutama di Itali penyakit COVID-19 menjalar dengan cepat. Penerbangan antara Amerika dan Eropa, kecuali Inggris, sementara waktu ditiadakan.

Penyakit ini belum ada vaksin pencegahnya sepertihalnya penyakit flu, pneumonia, malaria dan cacar, dan belum ada obatnya. Para ahli sedang menyelidikinya secara intens untuk membuat vaksin pencegah dan obat bila terkena virus Corona.

Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia (lanjut usia), ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di China dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).


GEJALA VIRUS CORONA

Infeksi virus Corona atau sering juga disebut COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: Demam, Batuk, Sesak napas. Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.


KAPAN HARUS KE DOKTER

Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari China atau negara lain atau daerah setempat yang positif terinfeksi. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dirujuk ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.


PENYEBAB VIRUS CORONA

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.


PENULARAN VIRUS CORONA

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.
  • Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.


DIAGNOSASI VIRUS CORONA

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian ke wilayah endemik virus Corona sebelum gejala muncul.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti berikut: ● Uji sampel darah; Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak; Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru.


PENGOBATAN VIRUS CORONA

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya, yaitu:

  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri. Namun, dokter tidak akan memberikan aspirin kepada penderita COVID-19 yang masih kanak-kanak.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup dan tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.


KOMPLIKASI VIRUS CORONA

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini: Pneumonia; Infeksi sekunder pada organ lain; Gagal ginjal; Acute cardiac injury; Acute respiratory distress syndrome; Kematian.


PENCEGAHAN VIRUS CORONA

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Hindari bepergian ke China atau ke negara lain atau daerah setempat yang telah ditemukan adanya penyakit virus Corona.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.


Untuk seseorang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Terapkan etika batuk dan gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah.


PENUTUP

Demikian informasi awal yang kami dapatkan dari sumber yang kompeten sebagai bahan pengetahuan bagi kita agar dapat menghindari penyakit yang disebabkan oleh virus Corona (COVID-19).

Wabahnya sudah mendunia tidak terkecuali di Amerika dan belahan dunia lainnya yang bermula dari Wuhan, China.

Apabila Anda ingin tahu lebih banyak informasi tentang gejala, pencegahan, dan fakta tentang virus Corona silakan download aplikasi Alodokter di Google Play atau App Store. □ AFM


Referensi:
https://www.alodokter.com/virus-corona
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#.XmzP36N7mUk
Photo Credit https://www.newscientist.com/term/coronavirus/ □□